Cerpen 1 – Infinite Loop

Tjahja Kresna Hadi adalah seorang Akuntan. Hidupnya selalu di kelilingi dengan
angka. Dia selalu bangun pagi tepat ada jam 05.30 tanpa pernah terlambat sekalipun. Dia
selalu membilas badannya 4 kali. Mengusapkan sabun mandi cair dengan 3 kali tekanan
kecil. Mencuci rambutnya dengan 10 kali pijatan kepala. Menggosok giginya dengan total
47 kali usapan. 17 kali untuk gigi atas, 17 kalo untuk gigi bawah, 13 kali utk semua
gigi di dalam. Total waktu yang di butuhkan oleh Tjahja untuk mandi adalah 10 menit.
Setelah mengeringkan tubuhnya dan masih menggunakan kaus kutang putih polos dan boxer
coklat. Pria berusia 29 tahun ini menuju dapur membuka kulkas dan mengambil sebutir
telur dan memasaknya dengan mentega. Sambil menunggu telurnya masak pria yang masih
single ini mengambil 2 helai roti gandum favoritnya dan mengoleskan selai srikaya 3
kali dengan olesan merata utk masing-masing helai roti. Mencium telurnya telah matang,
Tjahja pun beranjak dari kursi dan mematikan kompor lalu meletakkan telur yang telah
masak ke piring yang telah dia sediakan.

Pria berambut ikal ini memulai memakan menu sarapannya yang sama setiap hari
selama 10 tahun yaitu : 2 helai roti gandum dengan selai srikaya, 1 telur goring, 1
gelas susu. Waktu yang di habiskan untuk mengolah dan menghabiskan makanannya adalah 10
menit. Setelah menghabiskan sarapannya pria yang memiliki hobi mengisi teka-teki silang
ini pergi ke kamarnya dan membuka lemari bajunya dan mulai mengenakan pakaian kerjanya
: Hem Lengan panjang warna biru, Dasi coklat, sabuk hitam, dan tak lupa jam bergambar
batman hadiah terakhir dari ayahnya. Proses mengenakan pakaiannya juga menghabiskan
waktu 10 menit.

Tepat pukul 06.03 Tjahja mengunci pintu rumahnya, Pria yang bangga akan
kesehatan tubuhnya ini mulai berjalan menuju jalan raya yang berjarak 5 menit berjalan
kaki. Sadar dia masih harus menunggu angkutan umumm, Tjahja berhenti dulu ke kios
majalah langganannya untuk membeli Koran pagi sebagai bacaan di dalam angkutan umum.
Sambil memegang Koran di tangan kirinya dan tangan kanannya memegang tas kerjanya.
Tjahja berjalan menuju tempat biasanya dia berdiri menunggu angkutan umun yang selama
20 menit akan mengantarkannya ke tempat kerjanya.

Tapi hari ini dia tidak akan pergi ke kantor. Hari ini sebagian kolega di
kantornya akan bertanya-tanya kemana dia. Manajernya kebingungan karena hari ini akan
ada presentasi penting untuk klien besar. Hari ini Tjahja tidak akan pergi ke kantornya
dan mengerjakan tugasnya sebagai Akuntan.

Karena pada hari ini Aku Tjahja Kresna Hadi telah mati untuk pertama kalinya.
Aku menatap tubuhku sendiri yang tertindih ban truk. Darah mengalir keluar dari tubuhku
yang remuk. Kepalaku hancur dan otakku menempel di Ban truk. Perutku tergilas, tulang-
tulang igaku mencuat dari onggokan daging yang tadinya adlaah badanku. Satu-satunya yang
selamat adalah tanganku yang mengenakan jam Batman. Setidaknya aku masih menjaga janji
kepada ayahku untuk merawat jam pemberiannya. Jarum jam tangan itu menunjukkan waktu
06.10 Aku hanya tertawa garing melihat akhir hidupku yang berakhir begitu saja. Dan
tiba-tiba semua gelap.

Di tengah kegelapan yang pekat, samar-samar aku mendengar suara alarm yang
biasa membangunanku. Aku membuka mataku dan menatap langit-langit putih kamarku. Aku
beranjak dari tempat tidurku dan menuju kamar mandi tanpa menghiraukan suara alarm yang
masih terus berbunyi.

Sambil mencuci wajahku otakku berpikir Apa yang barusan terjadi ? mimpi
burukkah aku ?. Aku hanya mengela napas dan mematikan kran air wastafel dan memulai
hidupku seperti biasanya. Alarmku masih terus berbunyi tapi aku tak menghiraukannya.
Keacuhanku membuatku tak akan pernah tahu bahwa saat aku terbangun jam alarmku menunjukkan angka 6.10. Dan karena keacuhanku juga aku tak
akan pernah tahu karena saat alarmku berhenti berbunyi waktu menunjukkan 05.31